Memperjuangkan hak sejarah rakyat Aceh atas kekayaan alam Blok Andaman tidak bisa lagi dilakukan dengan retorika birokrasi di tingkat lokal. Aceh harus melayani kelihaian korporasi global dengan kecerdasan yang setara.
Oleh karena itu, sudah saatnya menghentikan tradisi bagi-bagi jabatan tim teknis kepada struktur birokrasi, dan beralih membentuk "The Dream Team" yang diisi oleh otak-otak terbaik bangsa demi marwah dan kesejahteraan rakyat Serambi Mekkah.
Penulis adalah pengamat kebijakan publik pada Universitas Syiah Kuala (USK) Darussalam, Aceh.