aceh

Mengapa diplomosi Aceh gagal dipanggung Oligopoli migas global ?

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:52 WIB
Dr. Nasrul Zaman. (Foto:JS)




Komparasi Kebutuhan Kompetensi Tim PoD.





Untuk melihat ketimpangan ini secara jernih, berikut adalah perbandingan antara postur tim saat ini berdasarkan dokumen dengan kebutuhan riil di panggung internasional:





Saran Strategis:





Memanggil "The Dream Team" WNI Berkelas Internasional.
Jika Aceh tidak ingin momentum emas sejarah ini kembali menguap dan meninggalkan luka struktural seperti era gas Arun masa lalu, Gubernur Aceh harus berani merombak total tim ini.





Aceh membutuhkan para petarung, pemikir, dan praktisi Warga Negara Indonesia (WNI) berkelas dunia, baik yang berkarier di dalam negeri maupun diaspora di luar negeri.





Gubernur harus menjaring dan memasukkan nama-nama strategis berikut ke dalam tim:





Negosiator Kontrak Migas Global: Para profesional WNI yang berpengalaman memimpin renegosiasi kontrak-kontrak migas multinasional, memahami seluk-beluk *Production Sharing Contract (PSC) Gross Split maupun Cost Recovery, serta mengerti cara menyusun insentif fiskal daerah yang menarik bagi investasi laut dalam.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB