"Ini bukan sekedar meugang menjelang Ramadhan, tapi yang dilakukan KWPSI sarat makna, merawat adat dan budaya, sekaligus penguatan Syariat Islam. Dalam ajaran Islam dianjurkan memperkuat silaturrahmi dan bersedekah, " kata Politisi Muda PKS itu.
Meugang jelang Ramadhan 1447 Hijriyah KWPSI bertema; “Merawat Tradisi, Pulih dan Bangkit Bersama” diikuti para wartawan dari berbagai media dan para tokoh senior komunitas tersebut.
Ketua KWPSI, Dosi Elfian dalam sambutan mengatakan bahwa meugang merupakan tradisi yang terus dipertahankan masyarakat Aceh menjelang masuk bulan suci Ramadhan
Yang menariknya meugang bersama KWPSI adalah terjaganya tradisi meuripee (patungan). “Kita mengadakan meugang dengan cara meuripee, inilah nilai yang kita pertahankan,” kata Dosi.
Pada tahun ini, KWPSI tidak hanya mengadakan meugang bersama para pengurus, tapi juga melakukan meugang bersama anak yatim korban bencana banjir di Pidie Jaya.
Kolektor manuskrip Aceh Cek Midi, mengapresiasi kebersamaan jamaah KWPSI dan kegiatan meugang bersama ini juga memiliki sejarah panjang, dan nilai positif yang diwariskan oleh para raja Aceh tempo-tempo doelo.//Redaksi