Namun, katanya, pascabencana harga bahan baku biji kopi robusta mengalami kenaikan tidak signifikan, dari harga Rp80.000 per kilogram menjadi Rp82.000 per kilogram. “Saat ini harga sudah normal kisaran Rp79.000 pekilogram.
Dalam kondisi saat ini, kata Fatul Basail, produksi bubuk kopi yang diolah secara tradisional itu mampu mencapai 800 kilogram per hari. Biji kopi yang diolah menjadi bubuk kopi itu menggunakan jenis kopi robusta.
Sementara, pemasaran komoditas bubuk kopi sudah menembus beberapa kota di Pulau Jawa, Sumatera dan hingga ke Papua dengan volume mencapai 400 hingga 600 kilogram per minggu.
Selain pasar luar Aceh, bubuk kopi olahan itu masih tetap mengandalakan pasar lokal untuk kebutuhan usaha warung kopi yang jumlahnya mencapai ribuan warung kopi. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan UMKM Aceh tahun 2023 jumlah warung kopi hampir mencapapai 5.000 warung kopi. Angka itu diprediksi terus bertambah sebagaimana Aceh dijuluki negeri 1001 warung kopi.//Aentenews by Ampelsa