Foto Aentenews by Ampelsa
Banda Aceh (Aentenews) – Usaha industri kecil dan menengah (IKM) bidang pengolahan biji menjadi bubuk kopi di Aceh mulai berangsur normal setelah pasokan bahan baku dari sentra produksi kabupaten Aceh Tengah berjalan lancar pascabencana alam banjir Novemver 2025.
Menurut pelaku usaha Adun Bubuk Kopi, Fatul Basail di Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (31/1), produksi bubuk kopi kembali berangsur normal pascabencana , namun harga bahan baku biji kopi belum stabil.
“Kita harapkan pasokan bahan baku biji kopi dari daerah sentra produksi kabupaten Aceh Tengah itu berjalan lancar dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan usaha percepatan pemulihan bencana” katanya.
Pascabencana banjir, pasokan bahan baku biji kopi, terutama dari sentra kabupaten Aceh Tengah sempat tersendat selama beberapa bulan, karena akses jalan darat putus dan di awal tahun 2026 baru mulai lancar.
Ia menyatakan, beruntung sebelum bencana banjir sudah memilik stok biji kopi cukup untuk beberapa bulan ke depan, sehingga usaha produksi bubuk kopi masih berjalan dan tidak begitu terdampak.
Dampak bencana alam banjir di Aceh itu, sebagian besar usaha produksi bubuk kopi terdampak karena macetnya pasokan bahan baku akibat akses jalan darat lumpuh.