"Jadi, kami imbau wisatawan nusantara maupun mancanegara tidak perlu khawatir berwisata di daerah tersebut," imbuh Azwani.
Selama ini, kata dia, muncul tanggapan dari para wisatawan bahwa beberapa daerah yang terjadi banjir, tidak nyaman dikunjungi pascabencana. Konon lagi, ditambah isu yang mengada-ada, tentang banjir bandang bakal kembali terjadi. Kondisi ini menambah keengganan wisatawan berkunjung ke daerah dimaksud.
Azwani mengatakan, munculnya isu-isu yang tak jelas sumber resminya itu berdampak negatif terhadap kunjungan wisatawan ke daerah bencana. Terbukti dengan banyaknya grup membatalkan perjalanan wisatanya. Padahal, isu dimaksud tidak benar.
“Cukup sudah mengumbar-umbar narasi negatif di berbagai platform. Sekarang saatnya kita membangun narasi positif agar pariwisata di dalam negeri kembali bangkit pascabencana. Banyak daerah atau destinasi wisata tetap nyaman dikunjungi. Jadi, wisatawan tidak perlu khawatir berkunjung ke daerah-daerah tersebut," katanya.
Azwani juga mengajak pelaku pariwisata di wilayah banjir untuk bangkit membantu dan mengembangkan kembali destinasi wisata pascabencana. Dengan demikian, bisa ikut membangun perekonomian masyarakat korban bencana.
“Dalam membuat paket wisata menganut konsep something to see, something to do, dan something to buy. Nah, untuk something to do ini kita bisa mengemas dengan program wisatawan juga bisa berdonasi kepada korban bencana,” pungkasnya.//Redaksi.