Foto Dok pribadi
Banda Aceh (Aentenews) - Ketua Umum Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI), Azwani Awi mengatakan konsep "wisata amal" atau charity tourism ideal dikembangkan di daerah bencana seperti di tiga provinsi di Sumatera.
Bencana hidrometereologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta beberapa daerah lain di Indonesia, diharapkan tak melumpuhkan sektor pariwisata. Wisatawan yang hendak bertamasya ke daerah dimaksud, bisa tetap melanjutkan rencananya melalui program charity tourism.
Di Banda Aceh, Selasa, Azwani Awi, sapaan akrab Bang Popon mengatakan, konsep charity tourism ini bisa dikemas oleh pelaku pariwisata untuk menjual paket tour. Metodenya, dengan menyisipkan pemberian bantuan kepada korban terdampak bencana dan diramu dengan paket wisata.
Dengan program ini, para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut juga bisa turut membantu korban bencana. Bantuan itu dapat disalurkan langsung kepada korban atau bisa kepada pihak lainnya.
“Untuk ittenerary-nya bisa diatur sendiri oleh Biro Perjalanan Wisata. Misalnya, di hari pertama kunjungan ke daerah bencana sekaligus memberikan bantuan atau bakti sosial, kemudian di hari berikutnya jalan-jalan di daerah atau objek wisata yang masih bisa dikunjungi,” ujar Bang Popon.
Dia mencontohkan seperti di tiga provinsi yang terkena bencana, untuk Sabang, Bukit Tinggi, dan Danau Toba masih bisa dijadikan tempat kunjungan wisata oleh pelancong. Objek wisata di daerah itu masih banyak yang bisa dinikmati oleh wisatawan.