aceh

Pemerintah Aceh maksimal dampingi kelompok rentan terdampak bencana

Senin, 12 Januari 2026 | 15:29 WIB



Kemudian, memberikan pendampingan dan dukungan psikososial, termasuk bantuan spesifik perempuan dan anak bersama instansi terkait serta beberapa lembaga CSO (masyarakat sipil), guna membantu perempuan dan anak pulih dari trauma akibat bencana.

Serta, memastikan akses layanan rujukan pendampingan dan psikologis, melalui UPTD PPA bersama mitra layanan di daerah, khususnya di wilayah terdampak bencana .





"Kita juga terus memastikan bahwa setiap fasilitas hunian memfasilitasi ruang ramah perempuan dan anak dalam bentuk pos Sapa (sahabat perempuan dan anak)," tuturnya.





Ia menegaskan, DP3A Aceh berkomitmen untuk terus memastikan bahwa perempuan dan anak terdampak bencana tidak hanya selamat secara fisik, tetapi juga terlindungi hak-haknya dan mendapatkan dukungan proses pemulihan.





Dalam kesempatan ini, Meutia mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya di Aceh untuk benar-benar saling peduli dan melaporkan apabila terdapat perempuan dan anak yang terdampak bencana membutuhkan bantuan serta perlindungan.





"Penanganan kelompok rentan akan terus dilakukan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan berperspektif gender serta perlindungan. Untuk itu, mari bersama-sama saling peduli terhadap perempuan dan anak terdampak bencana Aceh," pungkas Meutia Juliana.//Redaksi.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB