Foto Dok Pos Tanggap Darurat Bencana Aceh.
Banda Aceh (Aentenews) -- Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus memastikan pendampingan kelompok rentan, khususnya kaum perempuan dan anak terdampak bencana, dengan harapan mereka tidak akan menghadapi situasi itu sendirian.
Di Banda Aceh, Senin, Kepala DP3A Aceh Meutia Juliana mengatakan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga beban berat bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
"Di tengah situasi kehilangan, ketidakpastian, dan trauma yang sangat dalam, mereka membutuhkan kehadiran negara yang melindungi dan memastikan rasa aman kepada mereka," kata Meutia Juliana.
Juliana menyampaikan, pascabencana, perempuan dan anak menghadapi risiko berlapis, mulai dari gangguan psikologis, keterbatasan akses layanan, hingga potensi kekerasan dan penelantaran.
Karena itu, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab, DP3A Aceh telah, sedang dan terus melakukan berbagai langkah-langkah pendampingan terhadap mereka.
Di antaranya, berkoordinasi secara intensif dengan kabupaten/kota, UPTD PPA, serta jejaring layanan untuk memastikan layanan perlindungan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.