“Pastikan stok obat cukup, jika ada stok yang menipis segera buat daftarnya dan serahkan ke petugas posko utama, agar segera dipenuhi jenis obat yang dibutuhkan,” kata Kak Na berpesan.
Di posko, Kak Na juga sempat berdialog dengan Yusri (39 tahun) salah seorang warga Gampong Lhok Gunci yang sempat menyelamatkan sebanyak 26 warga Gampongnya.
“Saya sempat terpisah beberapa meter dengan anak saya yang masih bayi dan balita karena terjangan air sangat deras. Banjir bandang datang sekitar pukul 4.00 WIB dini hari. Alhamdulillah, seluruh keluarga saya berhasil saya selamatkan .eski SE kecil sempat meminjam air banjir,” ungkap Yusri.
“Saat hari mulai terang, air semakin tinggi dan rumah dan tapak rumh saya pun telah hilang. Saya mencoba menyisir lokasi semampu saya untuk melihat dan mencoba memberi pertolongan kepada warga yang terjebak. Alhamdulillah, 26 orang berhasil kami evakuasi,” sambung Yusri.
Kak Na dan Staf Ahli TP PKK Aceh hanya bisa mengernyitkan dahi, mimik wajahnya gusar, mendengarkan perjuangan Yusri menyelamatkan keluarga dan puluhan warga gampungnya.//Redaksi.