Pihak SBA sendiri, jelas dia, menyatakan tidak ada kebijakan kenaikan harga. Ia selama bencana banjir yang mengakibatkan matinya listrik, mereka terhenti produksi disebabkan tidak memiliki genset sebagai alternatif cadangan.
"Sejak tadi malam, pihak SBA melakukan packing langsung di Pabrik untuk didistribusikan oleh distributor ke Toko-toko. Sekitar 700 ton semen sudah berjalan distribusi dan masih berlangsung produksi dan distribusi sampai saat ini. Kapasitas produksi Semen Andalas 5.000 ton/ hari dan saat ini sedang terus berjalan.
MTA menjelaskan pihak SBA memprediksi, kenaikan harga yg dilakukan toko kemungkinan disebabkan oleh terhentinya produksi. Dan pihak Semen Andalas melalui agen resmi dan distributor telah melakukan intervensi agar tidak ada kenaikan harga apalagi dalam kondisi bencana yang sedang dihadapi masyarakat Aceh.
Gubernur berharap, agar pihak-pihak terkait melakukan pengawalan jaminan harga semen demi masyarakat luas, apalagi rakyat sedang menghadapi bencana yang begitu besar. Kepada pihak Semen Indonesia agar pro-aktif dalam menyikapi persoalan ini.//Redaksi.