Banda Aceh (Aentenews) - Manajemen PT Solusi Bangun Andalas (SBA) menegaskan pihaknya tidak menaikkan harga semen, dan pabrik sudah mulai beroperasi secara bertahap guna menjamin pasokan semen di Provinsi Aceh tetap kembali normal.
"Selama beberapa hari lalu, pabrik memang tidak beroperasi karena tidak adanya pasokan energi listrik dari PT PLN, namun sekarang sudah beroperasi secara bertahap sehingga kelangkaan semen di pasaran bisa teratasi," kata Humas PT SB Farabi Azwany yang dihubungi aentenews.com di Banda Aceh, Sabtu.
Bencana hidrometeorologi yang menerpa 18 kabupaten dan kota di Aceh pada 26 November 2025 menyebabkan kerusakan pada sistem kelistrikan, menyebabkan suplai listrik ke pelanggan di provinsi ujung paling barat Indonesia itu terganggu.
Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem itu menjelaskan pihaknya banyak menerima laporan dari masyarakat terkait kenaikan harga semen yang sudah tidak wajar.
"Dalam dua hari ini, gubernur banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa kenaikan harga semen sudah tidak wajar," kata Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengutip pernyataan gubernur Mualem.
Kemudian, gubernur telah memerintahkan SKPA terkait untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait, terutama dengan pihak Semen Indonesia.
MTA menjelaskan hasil pantauan langsung Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh kenaikan harga memang terjadi oleh Toko-toko, berkisar antara Rp70-Rp80 ribu per sak dari harga normal hanya Rp62 sampai Rp64 ribu per sak. Beberapa kab/kota harga semen bahkan sampai Rp90 ribu per sak.