“Kalau empat ruas ini tersambung, distribusi beras dan logistik akan berjalan normal,” kata Kadis PUPR Mawardi.
Untuk itu, Sekda Nasir meminta agar Pertamina memprioritaskan BBM untuk operasional alat berat, terutama untuk pembukaan akses dari jalur Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues hingga Aceh Tenggara.
Sementara Basarnas yang sudah melakukan evakuasi sejak 25 November 2025, melaporkan total 1.458 orang dievakuasi hingga hari ke-9 operasi (kegiatan Basarnas sudah lebih dahulu dimulai sebelum penetapan status oleh gubernur).
Basarnas juga menyebutkan sebanyak 164 di antaranya meninggal dunia. Kendala paling berat terjadi di wilayah Aceh Tengah akibat ketiadaan BBM.
Sektor transportasi, Sekda Nasir mengapresiasi upaya Dishub Aceh yang dinilainya memiliki kinerja luar biasa. Dishub berhasil mengoordinasikan dua penerbangan pesawat Pegasus milik PT.PGE untuk pengangkutan masyarakat ke Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, sekaligus mengangkut perangkat komunikasi BNPB.
Dishub juga mengoptimalkan konektivitas laut dan memastikan pelayaran ke wilayah terdampak terus berjalan hingga 7 Desember.
KMP Ekspres Bahari, akan berangkat Kamis (4/12) dini hari menuju Aceh Utara dan Langsa. Selain itu, KN Berhala milik Navigasi Belawan juga akan bergerak dari Krueng Geukueh ke Belawan setelah seluruh koordinasi dengan KSOP Lhokseumawe selesai dilakukan.
Sekda juga menyoroti persoalan listrik dan energi. Ia meminta PLN mempercepat penyelesaian tower transmisi Bireuen–Arun. Ia juga meminta penambahan kuota BBM dan LPG karena banyak wilayah sudah kehabisan stok.