Banda Aceh (Aentenews) - Sedikitnya 1,4 juta lebih merupakan warga Aceh terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah kabupaten dan kota di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Sebanyak 1.434.000 jiwa terdampak, tercatat 277 meninggal dunia dan lebih dari 670 ribu warga mengungsi pada 888 titik. Kerusakan infrastruktur juga dilaporkan cukup besar," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir di Banda Aceh, Rabu.
Rabu (3/12) merupakan hari ke enam tanggap darurat yang ditetapkan Gubernur Aceh, Nasir pada rapat evaluasi penanggulangan bencana yang ikut dihadiri Wamen Komdigi Nezar Patria dan seluruh instansi terkait, menginstruksikan percepatan distribusi logistik dan pemulihan akses.
Fokus utama pemerintah saat ini adalah percepatan distribusi logistik dan pembukaan kembali akses jalur darat di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi. Pemerintah dan masyarakat Aceh menghadapi dampak bencana yang sangat besar.
Nasir menyampaikan bahwa isu distribusi bantuan pangan menjadi prioritas yang harus diutamakan. “Yang menjadi utama adalah memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan distribusi logistik,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR melaporkan perkembangan pembukaan jalur kritis. Lintas tengah Gayo Lues dari Babahroet, Abdya, sudah bisa dilewati truk enam roda dan logistik mulai masuk.
Namun, sejumlah titik seperti Aceh Utara–Bener Meriah, Gayo Lues–Aceh Tengah, Langsa–Aceh Tamiang, serta KKA–Bener Meriah masih membutuhkan alat berat tambahan dan suplai BBM agar bisa dibuka penuh.