"Aceh seakan mengalami tsunami kedua. Tugas kita adalah melayani mereka yang terdampak. Tidak boleh ada jeda kemanusiaan di lapangan,” ujar Mualem.
Dalam kesempatan itu, Mualem juga mengingatkan seluruh tim untuk mengutamakan keselamatan personel karena banyak titik rawan longsor dan banjir susulan. “Kita punya tanggung jawab moral kepada rakyat, tetapi keselamatan personel juga prioritas,” ujar Mualem.
Apel tersebut diikuti Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Alibasyah, Danlanud SIM Kolonel Sudaryanto, Anggota DPR Aceh Salmawati, serta ratusan personel TNI, Polri, Basarnas, dan petugas PLN.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan empatinya atas duka yang dialami masyarakat Aceh. Ia memastikan PLN mengerahkan seluruh kemampuan nasional setelah melihat kerusakan berat pada jaringan transmisi, khususnya jalur Arun–Bireuen dan Bireuen–Takengon.
“Empat hari lalu kami turun langsung melakukan observasi. Tower-tower roboh, jaringan padam total. Tapi kami melihat satu hal yaitu rakyat Aceh tidak pernah menyerah. Itu membuat kami semakin yakin bahwa pemulihan ini harus dilakukan secara total,” ujarnya.
PLN bergerak dalam koordinasi erat bersama TNI dan Polri. Dua pesawat Hercules TNI AU sudah didatangkan untuk membawa tower emergency dari Jakarta. TNI AD dan Polri turut membuka akses jalan, mengangkut logistik, dan mengawal pergerakan tim PLN di lapangan.
“Demi Aceh, kami bekerja kompak. Polisi dan TNI mengawal pergerakan kami. TNI AD membantu logistik, TNI AU membantu mobilisasi udara. Ini kerja kolektif yang luar biasa,” kata Darmawan.
Selain itu, PLN mengirim 220 unit genset ke berbagai titik kritis, memastikan penyediaan BBM, dan menyiapkan bantuan sosial melalui zakat pegawai serta program CSR untuk masyarakat terdampak. //Redaksi