Banda Aceh (Aentenews) - Sedikitnya 12 tower transmisi Pt (persero) PLN dilaporkan tumbang akibat banjir dan tanah longsor melanda sejumlah daerah di Provinsi Aceh, namun tujuh set tower emergency tanah dimobilisasi, kata General Manejer UID Aceh Edi Saputra.
Dalam siaran pers yang disebarluaskan Biro Administrasi dan Komunikasi Pimpinan (Adpim) Setda Aceh, Sabtu, menyebutkan 150 personel dikerahkan melalui jalur darat, sementara material tambahan akan diangkut menggunakan helikopter.
“Mulai hari ini, material sudah bergerak melalui jalur darat. Kita akan lakukan mobilisasi via udara ke titik yang tidak bisa ditembus,” kata Edi menambahkan .
Pada pel tim Recovery Bencana di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda (SIM), Gubernur Aceh Muzakir Manaf, menegaskan bahwa penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh harus dilakukan secara cepat, terukur, dan tanpa jeda.
Instruksi itu disampaikan gubernur dalam Sabtu (29/11), bersama PLN (Persero), TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait.
Mualem menekankan bahwa percepatan pembukaan akses darat menjadi prioritas utama untuk memastikan logistik segera menjangkau masyarakat, terutama di desa-desa yang terisolasi.
“Pastikan seluruh personel memahami tugas masing-masing. Buka akses, buka jalan, dan percepat pengantaran logistik. Semakin cepat logistik sampai ke lokasi bencana,” ujar gubernur seraya menyebutkan kondisi di sejumlah wilayah sangat kritis, dengan beberapa gampong masih terjebak banjir dan tak dapat dijangkau.