“Gelar profesor ini bukan akhir perjalanan,” katanya lembut. “Ini awal tanggung jawab baru untuk mengabdi, mendidik, dan memberi makna bagi kehidupan.”
Kini, sebagai Guru Besar, Prof Juwaini terus menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan moral. Penelitiannya banyak mengulas pemikiran etika Ibnu Miskawaih, dengan keyakinan bahwa pendidikan sejati harus melahirkan manusia berilmu dan berakhlak.
“Ilmu tanpa akhlak hanya akan melahirkan kesombongan. Kita ingin generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga berjiwa kemanusiaan tinggi,” tutur perempuan yang kini menjabat Koordinator Gugus Jaminan Mutu Fakultas Ushuluddin dan Filsafat itu.// Redaksi
SumberL Humas UIN Ar Raniry