Rabu, 30 September 2026

Anak nelayan meraih profesor, perjalanan inspiratif Juwaini

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:25 WIB
Foto Humas UIN Ar Raniry
Foto Humas UIN Ar Raniry



Hidup adalah sebuah tantangan, dan banyak liku yang harus dihadapi dan dijalani untuk sebuah asa meraih sebuah cita-cita masa depan. Di Banda Aceh, perjuangan terus berlanjut. Ia bekerja sebagai buruh cuci pakaian untuk membiayai kuliahnya.





“Saya pernah mencuci pakaian hingga larut malam, lalu belajar menjelang subuh,” katanya dengan senyum ringan. Setelah menyelesaikan sarjana, ia mengabdikan diri di kampus yang sama sebagai tenaga bakti tanpa gaji tetap, sebuah keputusan yang berbuah perjalanan panjang menuju posisi dosen tetap dan akhirnya Guru Besar.





Dengan semangat dan ketulusan, serta dukungan almarhum Sufyan Ibrahim dan Prof Dr Samsul Rijal MAg langkahnya semakin kokoh. Ia menyelesaikan magister di UIN Ar-Raniry dan doktoral di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) pada 2015.





Semua pencapaian itu, ia yakini, tidak terlepas dari doa kedua orang tuanya (semoga Allah menempatkan mereka di Surga-Nya), serta dukungan suami tercinta, anak-anak tersayang, Rektor beserta pimpinan universitas dan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat dan seluruh sivitas akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh.





Pada Kamis (23/10), Juwaini memperoleh gelar akademik sebagai Profesor, dan lengkapnya adalah Prof Dra Juwaini MAg PhD, sesuai Keputusan Menteri Agama (KMA) bagi Guru Besar rumpun ilmu agama periode Oktober 2025.





Gelar profesor bidang filsafat Islam klasik itu diteguhkan oleh sosok inspiratif di dunia akademik itu di kampus "jantong" masyarakat Aceh, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh.





Beberapa karya ilmiahnya antara lain artikel di jurnal Scopus berjudul “Ibn Miskawaih’s Ethical Philosophy and Relevance to Moral Education in Indonesian Secondary Schools” (2025), buku “Tokoh dan Pemikiran Autentik Filsafat Islam Klasik” (2023), serta penelitian tentang kebijakan pendidikan dan ketahanan keluarga di Aceh.





Selain mengajar, Juwaini aktif dalam Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) dan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), serta memimpin Koperasi Wanita Al-Ikhlas di Gampong Blang Krueng. Keterlibatannya di masyarakat mencerminkan dedikasi untuk memberdayakan perempuan dan keluarga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X