aceh

Anak nelayan meraih profesor, perjalanan inspiratif Juwaini

Kamis, 23 Oktober 2025 | 16:25 WIB
Foto Humas UIN Ar Raniry


Banda Aceh (Aentenews) - Pohon cemara yang tumbuh teguh di bibir pantai tak hanya tempat berlindung, tapi juga simbol sebuah harapan, menunjukkan kemampuan adaptasinya yang luar biasa, kuat menghadapi terjangan ombak dan angin kencang.





Keteguhan pohon cemara dari terjangan angin dan ombak itu juga menjadi wujud kekuatan yang terpatri dalam diri anak-anak nelayan, tidak terkecuali bagi sosok Juwaini kecil, puluhan tahun lalu.





Lahir dari keluarga nelayan sederhana di Gampong (desa) Lipah Cut, Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh, perjalanan hidup Juwaini ketika itu bukan kisah yang mudah.





Juwaini kecil hidup di tengah keterbatasan, namun semangat belajarnya tak pernah surut. Setiap hari ia berjalan kaki ke madrasah dan belajar di bawah cahaya lampu seadanya, ditemani debur ombak dari pantai kampung halamannya.





Ibarat dari jala ke kampus. “Pendidikan bagi saya adalah perahu untuk keluar dari kemiskinan,” ujarnya mengenang masa kecilnya.





Perjalanan pendidikan Juwaini sempat terhenti karena ekonomi keluarga. Namun, ia kembali bangkit dengan bersekolah di sore hari sambil bekerja di pagi hari.





Bak buih di tengah lautan lepas. Ketika diterima di SMA Negeri 1 Bireuen, ia menjual kue basah dan kue kering untuk membayar biaya sekolah. Dari hasil kerja keras itu, ia mampu menamatkan SMA dan melanjutkan kuliah ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB