Aceh Jaya (Aentenews) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh meningkatkan kapasitas teknis bagi petani di Kabupaten Aceh Jaya terkait budidaya cabai ramah lingkungan berbasis pertanian organik dan digital farming.
Kegiatan pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas teknis petani dalam budidaya cabai ramah lingkungan berbasis pertanian organik dan digital farming.
Para peserta mendapatkan pelatihan penerapan teknologi dekomposer Microbacter Alfafa (MA-11), produk hasil pengembangan SMK Pembangunan Pertanian (PP) Saree yang difasilitasi oleh BI sejak 2022 untuk pengolahan pupuk organik dari bahan alami.
Penggunaan MA-11 terbukti meningkatkan unsur hara tanah, mengendalikan hama dan penyakit tanaman secara alami, serta menghasilkan produk pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Selain itu, petani juga diperkenalkan pada penerapan digital farming berbasis Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pemantauan kelembaban tanah, suhu, serta rekomendasi pemupukan presisi melalui aplikasi ponsel.
Dengan teknologi ini, petani dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas hasil panen sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menjelaskan cabai merah merupakan salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Aceh, dengan andil inflasi bulanan mencapai 0,68 persen (month-to-month / mtm) pada September 2025, meningkat dibanding bulan sebelumnya sebesar 0,15 persen (mtm).