Selain sektor agribisnis, Mualem juga memanfaatkan forum tersebut untuk memperkenalkan potensi sumber daya alam Aceh yang melimpah, seperti emas, tembaga, besi, dan batu bara, serta peluang investasi di industri minyak dan gas bumi yang telah menjadi salah satu pilar ekonomi utama Aceh.
Menurutnya, posisi geografis Aceh yang strategis—berada di jalur utama pelayaran internasional dan pintu masuk barat Indonesia—menjadi nilai tambah besar bagi para investor asing.
"Kemitraan ini menawarkan gerbang strategis menuju pasar Indonesia dan ASEAN yang lebih luas bagi para mitra dari Tiongkok," ujar Mualem.
Mualem juga menegaskan bahwa Pemerintah Aceh berkomitmen untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berkelanjutan, dengan dukungan penuh dari regulasi dan kebijakan pemerintah pusat.
Gubernur menyebut pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi lintas negara. "Mari kita terus membangun jembatan kerja sama, inovasi, dan persahabatan ini demi kemajuan bersama," ujarnya.// Redaksi
Sumber : Humas Biro Adpim Aceh