Tiongkok (Aentenews) - Investor Tiongkok meembangun kemitraan dengan Aceh yang difokuskan pada pembangunan kawasan industri unggas dan telur canggih berteknologi serta ramah lingkungan di provinsi ini.
Proyek ini disebut sebagai langkah nyata Pemerintah Aceh untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian modern, kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem di Tingkok, Senin.
Gubernur Aceh menekankan pentingnya kolaborasi konkret antarnegara dalam memperkuat ketahanan pangan dan investasi berkelanjutan.
Mualem dalam pertemuan tersebut memaparkan berbagai peluang investasi strategis di Aceh di hadapan para investor dari Tiongkok dan negara-negara ASEAN dalam ajang China (Henan)-ASEAN Food and Agricultural Cooperation Development Conference 2025 yang digelar di Zhengzhou.
Dalam forum internasional tersebut, Mualem, mengatakan agenda utama acara itu penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Usaha Milik Daerah Aceh yaitu PT Pembangunan Aceh (PEMA), dengan perusahaan teknologi asal Henan, Zhongke Holdings Green Technology Co.Ltd.
"Konferensi ini bukan hanya tempat berdiskusi, tetapi katalisator untuk bertindak. Hari ini, kita bergerak dari dialog menuju kemitraan konkret," ujar Mualem.
Gubernur menyebut proyek kerja sama ini sebagai “contoh cemerlang dari kolaborasi bermanfaat” yang diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, transfer teknologi, serta memperluas jejaring ekonomi Aceh di tingkat internasional.