Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di Posko Nasional Satgas PRR, Rabu (23/9/2026). Foto dok Satgas PRR.
Jakarta (Aentenews) - Pemerintah mengalokasikan dukungan anggaran sebesar Rp5,60 triliun untuk percepatan pemulihan sektor pendidikan terdampak bencana di provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menyebutkan dukungan anggaran Rp5,60 triliun itu digunakan untuk lima program prioritas sektor pendidikan meliputi penanganan 4.922 sekolah sekolah terdampak bencana, kebutuhan relokasi 97 sekolah agar kegiatan belajar dapat berlangsung di tempat yang aman.
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan besarnya jumlah sekolah terdampak dan perbedaan kondisi antardaerah membuat pemulihan membutuhkan waktu serta pengawalan yang konsisten.
“Karena memang tingkat kesulitannya tidak mudah dan mengingat banyaknya yang terdampak dan kecepatan penanganan juga berbeda-beda di tiap daerah, kita prediksi tidak akan bisa diselesaikan dalam waktu singkat,” kata Tito seusai rapat koordinasi di Posko Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Tapi, katanya, kita berusaha untuk secepat mungkin selesai agar proses belajar mengajar bisa kembali berlangsung dalam suasana ideal.
Lima program tersebut mencakup dukungan bagi guru dan tenaga kependidikan, revitalisasi sekolah, bantuan operasional pemulihan, penyediaan sarana pembelajaran, serta bantuan bagi peserta didik melalui Program Indonesia Pintar (PIP). Penanganannya diarahkan untuk memulihkan ruang belajar sekaligus menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak.