Ia menegaskan pimpinan UIN Ar-Raniry akan melihat hasil proses pembinaan tersebut. Mahasantri yang mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh diharapkan memperoleh manfaat maksimal.
Sementara mahasantri yang tidak serius mengikuti program dapat mendapatkan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menegaskan program orientasi Ma’had Al Jami’ah menyediakan sertifikat bagi mahasantri yang benar-benar mengikuti seluruh proses pembinaan dan memenuhi standar penilaian yang ditetapkan.
Sertifikat, kata dia, bukan sekadar formalitas yang dapat diminta tanpa mengikuti proses. Ma’had tidak akan melayani permintaan sertifikat bagi mahasantri yang tidak mengikuti kegiatan sebagaimana mestinya atau tidak memperoleh nilai yang memadai.
Karena itu, Prof Mujiburrahman kembali menekankan agar para mahasantri tidak memandang program tersebut hanya sebagai kewajiban administratif.
Kesempatan tiga bulan di Ma’had, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan membaca Al-Qur'an, memahami dasar-dasar Dinul Islam, membangun kedisiplinan, serta membentuk karakter yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan di UIN Ar-Raniry.
“Yang paling penting, ikuti prosesnya dengan serius. Karena manfaat dari program ini pada akhirnya akan kembali kepada Anda sendiri,” pungkasnya.