Rabu, 30 September 2026

Hadapi potensi bencana, simak permintaan Gubernur Aceh ke bupati/wali kota

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Jumat, 18 September 2026 | 09:21 WIB


Banda Aceh (Aentenews) - Mencermati prakiraan cuaca terkait intensitas curah hujan yang  diprediksi meningkat selama tiga bulan ke depan, maka Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta seluruh bupati dan walikota di provinsi itu agar melakukan upaya terpadu dalam rangka kesiapsiagaan masyarakat pada wilayah masing-masing.





“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu 3 bulan ke depan,” kata Gubernur Muzakir Manaaf  atau sapaan akrab  Mualem.





Dalam siaran pers yang diterima di Banda Aceh, Kamis (17/9) malam, gubernur melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi,  menjelaskan permintaan Mualem itu sesuai  Informasi Prediksi Curah Hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh.





BMKG menginformasikan pada Oktober sampai dengan Desember 2026 terpantau curah hujan dengan intensitas menengah dan tinggi di wilayah Aceh





Bahkan, kata Nurlis, Gubernur Mualem menyampaikan imbauannya secara tertulis kepada seluruh Bupati/Walikota melalui suratnya bernomor: 300 2/11114 bertanggal 14  September  2026. Surat itu,  ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Taufik atas nama Gubernur Aceh.





BMKG juga menyebutkan dua bentuk kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak intensitas hujan. Untuk wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan rendah, perlu melakukan konservasi dan penghematan air (penggunaan air bijak, perbaikan kebocoran), membangun infrastruktur resapan air (biopori, sumur resapan, embung), melakukan penyesuaian sektor pertanian ke varietas tahan kering (palawija, irigasi tetes), serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).





Sedangkan wilayah yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi - sangat tinggi, perlu melakukan tindakan kesiapsiagaan yaitu melakukan pembersihan lingkungan dan drainase melalui gotong royong, menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) berisi dokumen penting dan perlengkapan dasar, menjaga keamanan kelistrikan dan aset (matikan listrik, naikkan barang berharga), serta memantau informasi peringatan dini BMKG dan siap melakukan evakuasi.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB
X