Mujiburrahman mengatakan ICMI harus menjadi rumah besar bagi umat Islam sekaligus organisasi yang mampu memperkuat kebersamaan para cendekiawan.
Menurut dia, ICMI juga perlu membangun hubungan yang produktif dengan pemerintah. Ia menegaskan ICMI bukan lawan pemerintah, melainkan mitra yang dapat memberikan gagasan bagi pembangunan.
"Banyak ide di ICMI yang sangat diperlukan dalam pembangunan umat, masyarakat, dan bangsa. Tetapi kalau tidak menjadi masukan bagi pemerintah, tentu tidak akan bermanfaat," ujarnya.
Ia mengatakan kepengurusan ICMI Aceh ke depan akan memikirkan agenda strategis dan teknis agar organisasi tersebut dapat bergerak lebih maju. Berbagai capaian kepengurusan sebelumnya, kata dia, akan dijadikan sebagai praktik baik untuk menentukan langkah organisasi selanjutnya.
"Kita sudah punya modal yang sangat kuat untuk dinegosiasikan dengan multipihak. Karena itu, kita para cendekiawan mesti sadar potensi dan perlu mengelolanya dengan baik untuk kemajuan organisasi serta kemanfaatannya bagi umat, masyarakat, dan bangsa," katanya.
Mujiburrahman juga mengatakan susunan kepengurusan ICMI Aceh periode 2026-2031 akan melibatkan tokoh dari berbagai latar belakang. Langkah itu, menurut dia, diperlukan agar para pengurus dapat saling melengkapi dan memperkuat organisasi.
Ia berharap ICMI Aceh dapat menjadi organisasi yang bermarwah sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Kita berharap solid sampai Muswil ke-9 tahun 2031," ujar Mujiburrahman.