Foto ilustrasi, kerusakan lahan tambak dan sawah pasca bencana.
Banda Aceh (Aentenews) - Rehabilitasi lahan tambak terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total sasaran seluas 31.248,34 hektare dan seluas 800,04 hektare di antaranya telah direhabilitasi atau realisasi pemulihan baru mencapai sekitar 2,5 persen.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP menyebutkan dari total sasaran pemulihan seluas 31.248,34 hektare, sebanyak 800,04 hektare telah direhabilitasi. Pada 2026, penanganan ditargetkan mencapai 5.900 hektare dengan panen perdana diproyeksikan mulai November.
Bencana banjir dan longsor yang terjadi 26 November 2025 di Sumatera dan provinsi Aceh tidak hanya berdampak pada rumah, infrastruktur jalan dan jembatan, namun juga merusak sekitar 31.248 hektare lahan tambak di Aceh, Sumut dan Sumbar.
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera per Selasa (1/9/2026) menunjukkan, Aceh mencatatkan capaian rehabilitasi terbesar, yakni 797,70 hektare, disusul Sumatera Barat seluas 2,34 hektare. Adapun pengerjaan fisik di Sumatera Utara dijadwalkan dimulai pada September 2026 setelah penetapan lokasi diselesaikan.
Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP Enggar Sadtopo mengatakan, pengerjaan akan diintensifkan mulai September dengan memanfaatkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dan optimalisasi anggaran reguler.
“KKP berupaya melakukan refocusing agar target luasan rehabilitasi dapat terus bertambah,” kata Enggar seusai rapat monitoring dan evaluasi bersama Satgas PRR di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (1/9/2026).