Ia menegaskan bahwa penyediaan infrastruktur kelistrikan untuk SPKLU merupakan prioritas utama. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan layanan prima sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di tengah masyarakat.
"Infrastruktur SPKLU adalah tulang punggung dari ekosistem kendaraan listrik. Kami berkomitmen penuh untuk mengawal proses penyambungan ini secara intensif. Tim di lapangan terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dan jaringan di area-area komersial tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan andal," ujar Zulfan.
Zulfan menambahkan, kolaborasi dengan mitra strategis seperti VGreen membuktikan bahwa iklim investasi untuk infrastruktur hijau di Aceh sangat kondusif. Kehadiran fasilitas pengisian daya di lokasi-lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan dan jalan-jalan utama diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan listrik.
Untuk memastikan kualitas layanan yang andal, PLN UID Aceh tengah menyiapkan pasokan kelistrikan dengan kapasitas daya mulai dari 23 kVA hingga 33 kVA di setiap lokasinya. Kelima titik SPKLU ini nantinya akan didukung oleh perangkat pengisian daya berkapasitas 20 kW hingga 30 kW tipe Direct Current (DC).
Kehadiran mesin pengisian daya yang responsif ini dirancang untuk memberikan efisiensi waktu pengisian bagi para pengguna kendaraan listrik yang beraktivitas di wilayah Aceh.
"Kami menyadari bahwa operasional armada kendaraan listrik sangat bergantung pada keandalan pasokan dari PLN. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara PLN dan mitra strategis akan terus kami tingkatkan demi mewujudkan akses energi yang ramah lingkungan bagi seluruh masyarakat Aceh," tutur Zulfan.
Melalui upaya percepatan ini, PLN berharap pemanfaatan aset kelistrikan dapat lebih optimal, sekaligus berkontribusi langsung pada pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission) yang dicanangkan oleh pemerintah.//Redaksi.