"Dari tambang kita mengambil energi, dengan listrik kita mengubah cara menggunakannya, dan dengan inovasi kita menjaga masa depan. Transformasi energi bukan berarti meninggalkan aktivitas ekonomi, tapi mengubah cara kita menjalankannya agar lebih efisien, semakin ramah lingkungan, dan semakin berkelanjutan," ujar Eriasmono.
Dalam ekosistem baru ini, Eriasmono menegaskan bahwa posisi PLN telah berevolusi. "Kami hadir bukan sebagai pemasok listrik, tetapi sebagai mitra strategis dalam perjalanan transformasi energi pelanggan. Kami siap mendukung kebutuhan kelistrikan PT Mifa Bersaudara agar proses elektrifikasi ini dapat berjalan secara andal, aman, dan ekonomis," tambahnya.
Resonansi positif dari langkah strategis ini juga diamini oleh pihak regulator. Koordinator Inspektur Tambang Aceh dari Kementerian ESDM, Haris Mirza, S.T., memandang elektrifikasi di area tambang sebagai wujud ketaatan mutlak industri terhadap penerapan good mining practice.
"Langkah komprehensif dari operasional berbasis listrik ini secara langsung akan menekan emisi gas buang dan menjaga kualitas udara. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang sangat esensial bagi kesehatan serta kenyamanan masyarakat luas. Kami di pemerintahan sangat mendukung inovasi yang berpihak pada pelestarian alam ini," papar Haris.
Pada akhirnya, inisiatif membumikan kendaraan listrik di area industri adalah ikhtiar bersama dalam merawat kehidupan.
Dipihak lain, PT PLN (Persero) UID Aceh berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik demi mendorong kemajuan ekonomi yang selaras dengan keberlanjutan ekosistem.
Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan prima yang sejalan dengan gaya hidup modern yang serba efisien, PLN mengajak seluruh pelanggan untuk mengunduh dan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile.
Melalui sentuhan jari di layar smartphone, masyarakat dapat mengakses segala kebutuhan layanan kelistrikan—mulai dari pengaduan, informasi tagihan, hingga pembelian token—kapan saja dan di mana saja.//Redaksi.