“Jangan cuma perdamaian namanya saja, tetapi pencapaiannya tidak ada. Dengan adanya perdamaian apa hasilnya? Dengan adanya perdamaian apa untungnya bagi rakyat?” tegasnya.
Ia menilai berbagai perubahan yang terjadi setelah konflik berakhir perlu dikemas menjadi bagian dari narasi capaian perdamaian, sehingga masyarakat dapat melihat secara nyata manfaat dari kondisi Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun tanpa konflik bersenjata.
Selain itu, Syech Muharram menekankan pentingnya edukasi sejarah perdamaian kepada generasi muda. Menurutnya, generasi yang lahir setelah perdamaian semakin banyak dan sebagian besar tidak mengalami langsung konflik maupun tsunami.
“Perdamaian sudah 21 tahun. Itu sudah melahirkan anak yang dewasa. Mereka tidak tahu apa itu damai, tsunami pun mereka tidak tahu. Karena itu perlu edukasi berkelanjutan kepada masyarakat Aceh,” katanya.
Syech Muharram berharap peringatan Hari Damai Aceh ke-21 akhirnya mampu menjadi momentum untuk merawat perdamaian, memperlihatkan manfaatnya bagi rakyat, serta mewariskan pemahaman sejarah kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Asisten I Sekda Aceh Drs. Syakir meminta Ketua BRA melakukan silaturahmi dengan perbankan, BUMN dan berbagai lembaga di Aceh untuk mendukung pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Damai Aceh.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan lintas sektor tersebut dapat membantu meramaikan dan memeriahkan kegiatan Hari Damai Aceh, sehingga peringatan momen penting bagi masyarakat Aceh tersebut tidak kalah meriah dengan tahun tahun sebelumnya.
Sebelum itu, Ketua BRA Jamaluddin dalam rapat tersebut turut memaparkan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dan meminta dukungan seluruh SKPA serta staf terkait khususnya untuk meramaikan agenda zikir dan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman.