Rabu, 30 September 2026

Satgas PRR sebut rehabilitasi sawah terdampak bencana di Aceh capai 53 persen

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Sabtu, 8 Agustus 2026 | 16:15 WIB


Kepala Posko Wilayah Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Penanganan Sektor Pertanian, Sistem Pengairan, dan Daerah Aliran Sungai” di Banda Aceh, Jumat (7/8/2026). 





Banda Aceh (Aentenews) - Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, menyatakan rehabilitasi sawah rusak ringan dan sedang terdampak bencana  banjir di Aceh sudah mencapai 53 persen dari total kerusakan seluas 57.485 hektare dan ditargetkan  rampung 100 persen dalam dua bulan ke depan.





Pernyataan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Penanganan Sektor Pertanian, Sistem Pengairan, dan Daerah Aliran Sungai” di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (7/8/2026). 





Safrizal mengakui hambatan utama ada pada rehabilitasi irigasi dan pemenuhan air ke sawah. Solusi ditempuh dengan melibatkan TNI bersama kelompok tani dan Polri. TNI juga aktif merevitalisasi jembatan rintis, seperti jembatan gantung, Bailey, hingga Amko, dengan progres yang berjalan tanpa henti.





Tahap berikutnya, rehabilitasi sawah akan kembali dikerjakan bersama kampus-kampus di Aceh. Safrizal meminta survei, investigasi, dan desain (SID) dipercepat agar konstruksi segera dimulai. Untuk sawah rusak berat, solusi dilakukan melalui alih fungsi lahan. “Kalau dulu sawah basah, nanti bisa menjadi sawah kering atau kebun,” ujarnya. Ia menekankan perlunya penelitian agar komoditas baru tidak gagal, dengan contoh lahan rusak berat di Aceh Utara mencapai 4.900 hektar.





Safrizal juga mendorong bupati dan wali kota mengoptimalkan slot pekerjaan yang tersedia. Kepala daerah diminta mengidentifikasi pekerjaan yang belum masuk rencana rehabilitasi untuk dimasukkan ke dalam Instruksi Presiden (Inpres).





Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pertanian Aceh mencatat luas lahan sawah yang terdampak bencana mencapai 57.485 hektare dengan rinciannya, 27.437 hektare mengalami kerusakan ringan, 13.651 hektare rusak sedang, 16.276 hektare rusak berat, dan 120 hektare dinyatakan hilang.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X