Rabu, 30 September 2026

Realisasi kepabeanan dan cukai 2026 di Aceh capai Rp317,41 miliar

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Rabu, 8 Juli 2026 | 17:38 WIB
Foto Ilustrasi. Aktivitas impor beras di pelabuhan Malahayati, Kab Aceh Besar. Aentenews Foto/Ampelsa
Foto Ilustrasi. Aktivitas impor beras di pelabuhan Malahayati, Kab Aceh Besar. Aentenews Foto/Ampelsa


Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh mencatat realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di Aceh pada semester-I tahun 2026 sebesar Rp317,41 miliar atau mencapai 76,02 persen dari target APBN tahun 2026 sebesar Rp417,55 miliar.





Adapun capaian tersebut berasal dari tiga komponen utama penerimaan, yakni Bea Masuk, Bea Keluar, dan Cukai. Dari ketiga komponen tersebut, penerimaan Bea Keluar menunjukkan kinerja yang menonjol dengan realisasi mencapai Rp55,91 miliar, atau 147,93 persen dari target sebesar Rp37,80 miliar. 





Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai  (DJBC) Aceh, Rizki Baidillah, di Banda Aceh, Rabu (8/7/2026), meyatakan capaian tersebut mengindikasikan tingginya aktivitas ekspor komoditas yang dikenakan bea keluar melalui wilayah kerja Bea Cukai Aceh.





Sementara itu, penerimaan Bea Masuk terealisasi sebesar Rp252,51 miliar atau 68,29 persen dari target Rp369,74 miliar. Adapun penerimaan dari sektor Cukai mencapai Rp9,02 miliar, atau 90,05 persen dari target sebesar Rp10,02 miliar.





Realisasi penerimaan tersebut merupakan hasil pelaksanaan fungsi penerimaan negara yang didukung oleh pelayanan kepabeanan dan cukai, pengawasan yang efektif, serta sinergi dengan para pengguna jasa dan pemangku kepentingan di wilayah Aceh.





Secara khusus pada bulan Juni 2026, penerimaan utama yang dihimpun mencapai sekitar Rp166,60 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), diikuti Bea Masuk, Bea Keluar, serta penerimaan lainnya seperti Dana Sawit, PPh Ekspor, dan Cukai. Kinerja tersebut turut didukung oleh aktivitas perdagangan internasional yang berlangsung di sejumlah wilayah pelayanan Bea Cukai di Aceh. 





Kedepannya, Bea Cukai Aceh akan terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan pengawasan, serta kolaborasi dengan instansi terkait dan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan penerimaan negara sekaligus mendukung iklim perdagangan yang sehat dan kondusif di Provinsi Aceh.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X