Kamis, 1 Oktober 2026

Nilai tukar petani Aceh Juni 2026 naik sebesar 0,34 persen

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Jumat, 3 Juli 2026 | 12:39 WIB



Selain NTP, indikator pertanian lainnya yang juga tidak kalah penting untuk dicermati adalah Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP). Trend sepanjang tahun NTUP mengikuti trend NTP. 





NTP merupakan rasio antara It terhadap Ib, dimana Ib merupakan gabungan antara KRT (Konsumsi Rumah Tangga) dan BPPBM (Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal). Sedangkan NTUP merupakan rasio antara It terhadap BPPBM saja. NTUP Provinsi Aceh pada Juni 2026 adalah sebesar 129,58 mengalami peningkatan sebesar 0,10 persen jika dibandingkan Mei 2026 dan meningkat sebesar 2,75 persen dibandingkan Juni 2025.





Indeks Harga yang Diterima Petani (It) pada Juni 2026 mengalami peningkatan sebesar 0,85 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan It pada hampir semua subsektor, kecuali subsektor tanaman perkebunan rakyat dan subsektor peternakan. 





Melalui indeks harga yang dibayar petani (Ib) dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan yang sebagian besarnya merupakan petani. Hal ini tercermin dari indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT). Selain itu Ib juga menunjukkan fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan petani untuk memproduksi hasil pertanian yang tercermin dari indeks BPPBM (Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal). 





Pada Juni 2026, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) di Provinsi Aceh mengalami peningkatan sebesar 0,51 persen dibanding periode sebelumnya. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan Ib pada seluruh subsektor. Angka Ib dipengaruhi oleh Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) dan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM). Indeks KRT di Provinsi Aceh naik sebesar 0,46 persen dibanding periode sebelumnya, sedangkan indeks BPPBM mengalami peningkatan yaitu sebesar 0,75 persen. 





Pada Juni 2026, Nilai Tukar Petani untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 106,16 atau mengalami peningkatan indeks sebesar 1,93 persen dibanding bulan sebelumnya, NTP Subsektor Hortikultura (NTPH)  91,24 atau mengalami peningkatan indeks sebesar 2,18 persen dibanding bulan sebelumnya. 





Selanjutnya, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 160,86 atau mengalami penurunan indeks sebesar 0,97 persen dibanding bulan sebelumnya, NTP Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 101,21 atau mengalami penurunan sebesar 2,16 persen dibanding periode sebelumnya. 





Bgitu juga NTP Subsektor Perikanan (NTPN) sebesar 121,81 atau mengalami peningkatan sebesar 0,04 persen dibanding bulan sebelumnya,  NTP Subsektor Perikanan Tangkap sebesar 127,86 atau naik dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 0,79 persen dan NTP Subsektor Perikanan Budidaya sebesar 111,93 atau turun sebesar 1,34 persen dibanding bulan sebelumnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X