Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti (tengah) memberikan penghargaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) kepada salah seorang guru saat peresmian sekolah revitalisasi satuan pendidikan di Banda Aceh, Selasa (23/6/2026). Foto IST
Banda Aceh (Aentenews) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti mengakui percepatan penyelesaian pembangunan sekolah yang terdampak bencana di provinsi Aceh belum seluruhnya terlaksana, karena masih ada sebagian sekolah yang tertunda akibat terkendala lahan.
“Jadi kami terus mempercepat penyelesaian pembangunan sekolah khususnya yang terdampak bencana di Aceh, ditargetkan tahun ajaran baru nanti sebagian besarnya sudah dapat digunakan,”kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, saat peresmian 28 satuan pendidikan di Kota Banda Aceh, Selasa (23/6).
Namun, Abdul Mu’ti mengakui masih ada sebagian sekolah yang memang belum bisa dibangun karena terkendala lahan. Pemerintah mempersiapkan fasilitas sekolah darurat bagi siswa untuk belajar sambil menunggu pembangunan sekolah permanen.
Abdul Mu’ti menyatakan, sekarang pembangunan sekolah darurat sudah mulai berlangsung, konstruksinya dirancang semi permanen. Mudah-mudahan dapat digunakan paling tidak selama 2 tahun sampai pembangunan sekolah baru selesai.
“Meskipun demikian, kami berharap mudah-mudahan pembangunan sekolah dapat selesai lebih cepat sehingga siswa segera belajar di sekolah yang baru dengan suasana yang baru,” tambahnya.
Di pihak lain, bahwa kementerian juga mulai tahun ini merencanakan membantu bukan hanya rehabilitasi dan rekonstruksi ruangan sekolah ,juga membantu peralatan SMK, SMA, SLB dan alat peraga sekolah-sekolah yang berdampak bencana.