Selain itu, seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Banda Aceh juga telah beroperasi, di antaranya PLTD Lueng Bata (7,7 MW), Ulee Kareng (12 MW), dan Krueng Raya (7 MW). Lebih lanjut, PLTD di Ayangan (Aceh Tengah) dan PLTD Isolated di Kota Fajar juga telah memikul beban sebesar 2,4 MW.
Sementara itu, untuk sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kepulauan Simeulue dipastikan dalam kondisi normal dan tidak terimbas oleh dampak pemadaman.
Guna mengantisipasi waktu penormalan kelistrikan yang bersumber dari Nagan 1 hingga Nagan 4, PLN UID Aceh memobilisasi Genset Mobile dan Genset Portable secara masif ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya. Langkah ini diprioritaskan untuk mem-back up berbagai fasilitas strategis publik.
Dalam upaya percepatan pemulihan ini, PLN UID Aceh telah menyiagakan ratusan personel yang tersebar mulai dari wilayah kerja UP3 Langsa hingga Banda Aceh. Personel ini bertugas mengatur manajemen pembagian beban agar wilayah yang masih mengalami padam dapat segera dialiri listrik secara bergilir.
Respon masyarakat pasca gangguan
"Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder dan pelanggan. Kami memohon maaf dan doa dukungan dari seluruh masyarakat agar sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih sepenuhnya," tutup Eddi.
Sementara, masyarakat di Banda Aceh berharap PLN secepatnya mengatasi gangguan Listrik, mengingat dalam beberapa hari lagi warga akan merayakan Idul Adha 1447 Hijriyah dan selain juga tidak memperburuk situasi ekonomi Masyarakat yang bergantung pada enegergi Listrik.
“Bayangkan, kalau listrik terganggu atau padam, dampaknya bukan hanya rumah gelap tanpa penerangan, namun rentetannya juga pada distribusi air PDAM terganggu atau lumpuh dan selain jaringan internet terputus,” kata Mulyani, warga Banda Aceh dengan nada kesal.