Menurut Fadhlullah, koordinasi yang intensif sangat diperlukan agar berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan optimal di tengah tantangan pembangunan daerah saat ini.
“Kami berharap hubungan koordinasi yang baik ini dapat terus diperkuat, sehingga Aceh memperoleh dukungan yang maksimal dalam menjalankan agenda pembangunan daerah,” katanya.
Wakil Gubernur Aceh didampingi Bupati Nagan Raya dan Ketua DPRK Nagan Raya menghadiri pertemuan dan rapat bersama Satuan Tugas Percepatan Pemulihan & Rehabilitasi Rekontruksi (PRR) yang di hadiri Staf Khusus Mendagri RI Bidang Keamanan & Hukum Brigjen. Pol. Wahyu Bintono Hari Bawono, S.I.K, S.H, M.H beserta jajaran di Posko Nasional PRR Jakarta.
Rapat membahas langkah-langkah percepatan pemulihan dan rehabilitasi Aceh, termasuk di Kabupaten Nagan Raya, dan juga dukungan lintas kementerian dan lembaga dalam percepatan penanganan infrastruktur, pemulihan sosial ekonomi masyarakat, serta penanganan berbagai dampak pascabencana.
Fadhlullah menegaskan bahwa Pemerintah Aceh sangat serius mengawal proses pemulihan di daerah terdampak agar masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas secara normal.
“Pemerintah Aceh berkomitmen mengawal proses pemulihan dan rehabilitasi agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami juga mengapresiasi perhatian serta dukungan Pemerintah Pusat melalui Satgas PRR,” ujar Wagub.
Ia menambahkan, sinergi antara Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, dan Pemerintah Pusat menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali wilayah terdampak.
“Kami berharap seluruh langkah yang sedang disiapkan dapat segera direalisasikan, sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dengan baik dan roda perekonomian daerah dapat pulih lebih cepat,” demikian Fadhlullah.//Redaksi.