Dalam paparannya, Bahrullah menjelaskan bahwa teori keuangan negara mencakup pengelolaan sumber daya keuangan, kebijakan fiskal, pendapatan dan belanja negara, hingga pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut terdapat lima elemen penting dalam keuangan negara, yakni pendapatan negara, pengeluaran negara, utang publik, kebijakan fiskal, dan stabilitas ekonomi.
Ia juga menekankan pentingnya fungsi fiskal pemerintah melalui APBN dan APBD untuk mendukung pembangunan nasional, pemerataan kesejahteraan, serta menjaga stabilitas ekonomi.
Menurut dia, kebijakan fiskal tidak hanya berkaitan dengan penerimaan dan belanja negara, tetapi juga menjadi instrumen distribusi dan stimulus ekonomi.
Selain itu, Bahrullah memaparkan hubungan antara kebijakan fiskal dan moneter, termasuk peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas keuangan nasional. Ia turut menjelaskan konsep kekayaan negara yang dipisahkan, pengelolaan BUMN, hingga siklus penyusunan dan pelaksanaan APBN.
Mengakhiri kuliah umum, Bahrullah menegaskan pentingnya prinsip good governance dan akuntabilitas keuangan negara dalam pengelolaan anggaran publik. Ia menilai tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi utama untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara. //Redaksi.