Rabu, 30 September 2026

Kapolda Aceh: Penting optimalisasi pelayanan masyarakat

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Kamis, 14 Mei 2026 | 22:52 WIB






Kutacane (Aentenews) - Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, menyatakan pentingnya optimalisasi pelayanan kepada warga melalui peningkatan kehadiran polisi ditengah-tengah masyarakat.


"Optimalisasi pelayanan itu melalui kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, baik melalui patroli rutin, sambang desa, maupun kegiatan dialogis dengan pendekatan humanis, profesional, dan responsif, " katanya menegaskan.


Hal tersebut disampaikan Kapolda dalam kunjungan kerja ke Mapolres Aceh Tenggara, di Kutacane, Kamis.


Marzuki mengatakan Polri memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penguatan sinergitas dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.


“Polri harus terus melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, mencegah penyebaran hoaks, konflik sosial, narkoba, perjudian, dan tindak kriminal lainnya, serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat,” pungkasnya.


Kapolda Aceh mengapresiasi kepada Kapolres Aceh Tenggara beserta jajaran atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin baik dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara sehingga mampu menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif.


Sementara itu, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S, menjelaskan kondisi personel Polres Aceh Tenggara yang masih mengalami kekurangan cukup signifikan. Dari total kebutuhan sebanyak 1.078 personel, saat ini baru terpenuhi 537 personel sehingga masih kekurangan 541 personel dengan rasio polisi mencapai 1:425. Sementara kebutuhan PNS Polri sebanyak 95 personel, namun yang tersedia hanya 7 personel.


Meski demikian, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Aceh Tenggara menunjukkan tren positif. Selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah gangguan kamtibmas menurun dari 444 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 182 kasus atau turun sekitar 59 persen.


“Kasus kejahatan konvensional, transnasional, dan kejahatan terhadap kekayaan negara juga mengalami penurunan. Namun, kasus perjudian mengalami sedikit peningkatan dari 14 kasus menjadi 15 kasus,” ujar Kapolres.


Ia menambahkan, kasus narkoba masih menjadi perhatian serius meskipun mengalami penurunan. Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi sabu, ganja, dan ekstasi dengan klasifikasi tersangka terdiri dari bandar, pengedar, kurir, dan pengguna.


Selain itu, data kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jumlah laka lantas turun dari 79 kasus menjadi 30 kasus, termasuk penurunan korban luka berat, luka ringan, dan kerugian material. Namun demikian, korban meninggal dunia tercatat meningkat menjadi satu orang pada tahun 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X