Rabu, 30 September 2026

Gajah Sumatera kembali masuk pemukiman di Bener Meriah, MPG lakukan patroli 

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 13:27 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi


Banda Aceh (Aentenews) – Puluhan ekor Gajah liar Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dilaporkan kembali memasuki kawasan perkebunan yang berdekatan dengan pemukiman rumah penduduk di sekitar desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.





Menurut laporan Masyarakat Peduli Gajah (MPG) di desa tersebut,  gajah liar terpantau sekitar sekitar 25 ekor dan saat ini posisi satwa itu sudah mulai menjauh dari pemukiman penduduk. Namun, masih dalam wilayah desa Negeri Antara.





“Rombongan gajah itu turun ke perkebunan milik warga mencari makanan dan satu individu di antaranya gajah jantan terpisah dari kelompoknya masih terlihat di kawasan pemukiman penduduk di desa tersebut,” kata Ketua Tim Pengusiran MPG, Usop di Bener Meriah.





Ketua Tim MPG, Usop yang saat ini berada di wilayah pedalaman melakukan patroli mengatakan, kehadiran seekor gajah jantan itu membuat warga panik dan sudah berulangkali masuk pemukiman warga. “Gajah jantan ini terpisah dari rombongannya masuk pemukiman warga mencari makanan berupa tanaman pisang dan pinang,” kata Usop.





Dari kejadian sebelumnya, gajah jantan itu tidak menganggu atau merusak bangunan. Warga mencoba mengusir gajah itu ke luar dari pemukiman masuk ke dalam hutan. “Anehnya, beberapa minggu kemudian mucul lagi,” ujar Usop. 





Saat ini tim MPG bersama anggota World Wide Fund for Naature (WWF) Indonesia melakukan patroli untuk memantau dan sekaligus  berupaya menggiring rombongan gajah liar keluar dari pemukiman dan kembali ke hutan.





-
Tim pengusiran dari Masyarakat Peduli Gajah (MPG) bersama anggota WWF dan warga melakukan patroli meantisipasi gangguan gajah liar di kawasan hutan kabupaten Bener Meriah, Aceh (8/5/2026). Foto Dokumen MPG.




Namun, kata Usop, untuk ajah jantan yang sering muncul masuk dalam pemukiman rumah warga, sulit dilakukan pengusiran, karena bermain secara individu dan terpisah dari kelompoknya. Pengusiran atau penggirangan gajah liar ke hutan akan bisa dilakukan setelah pembangunan pagar kejut rampung .


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X