Rabu, 30 September 2026

Lembaga ini kirim 6 Dai ke perbatasan Aceh Singkil, simak tujuannya

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Kamis, 7 Mei 2026 | 10:25 WIB


Banda Aceh (Aentenews) - Upaya penguatan dakwah di wilayah perbatasan kembali dilakukan oleh Forum Dakwah Perbatasan (FDP) dengan mengirim enam dai ke sejumlah gampong di Kabupaten Aceh Singkil.





Langkah ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian dari misi besar pembinaan keagamaan di kawasan yang memiliki dinamika sosial-keagamaan yang cukup kompleks.
Ketua FDP, Nurkhalis, pada 6 Mei 2026 menyampaikan bahwa penugasan para dai tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) resmi. Mereka akan mengemban amanah dakwah selama satu tahun penuh di wilayah perbatasan, khususnya di Kecamatan Danau Paris.





“Para dai akan fokus memakmurkan masjid dan mushalla melalui shalat berjamaah lima waktu, mengajarkan Iqra’ dan Al-Qur’an, membimbing praktik ibadah, serta menghidupkan pengajian rutin dengan materi tauhid, fiqh, dan akhlak,” ujar Nurkhalis.





Lebih dari itu, para dai juga memiliki tanggung jawab strategis dalam melakukan kaderisasi generasi muda, membina para mualaf, serta memperkuat hubungan sosial keagamaan di tengah masyarakat.





Mereka juga akan menjalankan peran sebagai khatib Jumat dan penggerak kegiatan dakwah lainnya.
Adapun enam desa yang menjadi lokasi penugasan meliputi Lae Geucheh, Situban Makmur, Lae Balno, Lae Sipola Singkohor, Teluk Nibong, dan Suka Makmur. Seluruh desa tersebut berada di wilayah Kecamatan Danau Paris yang berbatasan langsung dengan wilayah Sumatera Utara.





Perbatasan dan Tantangan Pembinaan Mualaf Kawasan perbatasan Aceh Singkil dikenal sebagai daerah dengan tingkat interaksi lintas budaya dan agama yang cukup tinggi.





Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu titik strategis dalam penguatan identitas keislaman masyarakat, khususnya bagi para mualaf yang jumlahnya terus bertambah dari tahun ke tahun.
Minimnya akses terhadap pembinaan agama yang intensif sering kali menjadi tantangan utama. Banyak mualaf yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam penguatan aqidah dan integrasi sosial di tengah masyarakat Muslim.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X