Salah satu jurnal, El-Usrah, yang dikelola Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry tercatat sebagai jurnal antropologi terkemuka di Asia dan masuk 50 besar dunia dalam pemeringkatan Scimago Journal Rank (SJR) 2025.
Capaian ini melanjutkan tren positif peningkatan reputasi riset UIN Ar-Raniry. Dalam SIR 2025, kampus dengan tagline “Kampus Energi Kebangsaan, Sinergi Membangun Negeri” tersebut menempati peringkat keempat nasional pada kategori kinerja riset, sekaligus menjadi perguruan tinggi dengan capaian tertinggi di luar Pulau Jawa.
Pada tahun yang sama, dua dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh juga masuk dalam daftar Top 2 Percent Scientist Worldwide yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier.
Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Prof Kamaruzzaman, menyebut capaian tersebut merupakan hasil penguatan budaya publikasi di lingkungan fakultas.
“Kami mendorong dosen dan mahasiswa untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bagian dari peningkatan kualitas riset,” ujarnya.
Menurut Prof KBA, indikator Scimago yang berbasis data publikasi menunjukkan bahwa upaya membangun ekosistem riset di lingkungan PTKIN mulai menunjukkan hasil yang signifikan. //Redaksi.