Kapolda Aceh juga menegaskan kesiapan institusinya untuk memfasilitasi program pendidikan lingkungan tersebut melalui jajaran Polres dan Polresta agar dapat menjangkau generasi muda hingga ke tingkat kabupaten/kota.
Lebih lanjut, Kapolda Aceh mengungkapkan gagasan strategis berupa program penanaman mangrove di sepanjang garis pantai serta wilayah bantaran sungai. Program ini bertujuan menjaga kualitas air, memperkuat struktur tanah, serta mencegah abrasi dan berbagai bentuk kerusakan lingkungan lainnya.
Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda sebagai agen perubahan.
Sebagai tindak lanjut, Kapolda Aceh juga menyampaikan rencana pelaksanaan program pendidikan singkat (short course) terkait green leadership yang akan digelar di seluruh Polres jajaran Polda Aceh. Program ini dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Bhayangkara.
Pertemuan ini menjadi langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi antara kepolisian dan generasi muda dalam menjaga lingkungan hidup.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan peran aktif masyarakat, khususnya generasi muda, semakin meningkat dalam upaya restorasi dan pemulihan ekosistem yang rusak, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, lestari, dan berkelanjutan di Aceh.
Pertemuan tersebut diikuti Ketua dan anggota Komunitas Green Leadership Indonesia Aceh, para pemuda serta alumni berbagai program kepemudaan dan lingkungan di Aceh, termasuk komunitas Civil Netizens yang aktif dalam kegiatan sosial dan edukasi lingkungan.
Dari Polda Aceh dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M. M, beserta Irwasda dan pejabat utama, di antaranya , Karorena, Dirresnarkoba, Dirbinmas, dan Kabidpropam Polda Aceh //Redaksi.