Rabu, 30 September 2026

TNI AL latihan anti akses dan anti amfibi

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Minggu, 15 Februari 2026 | 22:58 WIB
Prajurit TNI-AL menggelar latihan Anti Akses dan Anti  Amfibi  di perairan Bangka Belitung (Babel), Minggu (15/2/20260.  Aentenews Foto/HO-Dispenal.
Prajurit TNI-AL menggelar latihan Anti Akses dan Anti Amfibi di perairan Bangka Belitung (Babel), Minggu (15/2/20260. Aentenews Foto/HO-Dispenal.


Banda Aceh (Aentenews) - TNI AL menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi serta memamerkan ketangkasan menangkap komoditas logam dan mineral di wilayah Bangka Belitung.





Latihan tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali didampingi Gubernur Prov Kepulauan Bangka Belitung Dr. (HC) Hidayat Arsani, Minggu (15/2). 





Latihan melibatkan unsur-unsur Kapal Perang di antaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731. 





Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, serta satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi. 





Diwarnai dengan Penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320. MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai serta menembakkan GPMG dan MO-60, selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi. 





Usai menggelar latihan, Kasal meninjau barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) dan TNI AL bersinergi dengan Satlap Tri Cakti. Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026. 





Total berat tangkapan timah tersebut seberat 496,892 Ton dan 10.762,117 Ton logam tanah jarang. Estimasi nilai yang berhasil diamankan yaitu Rp. 173.644.528.000 (± Rp. 173,6 miliar).


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X