Wagub Aceh Fadhulullah memimpin rapat terkait polemik hunian sementara korban bencana hidrometeorologi di Bireuen. Foto Ist
Banda Aceh (Aentenews) - Warga korban banjir dan longsor di Kabupaten Bireun, Aceh, menolak menempati hunian sementara (Huntara) dan memilh langsung hunian tetap(Huntap).
Keuchik (Kades) Pante Baro Kumbang, Marwan, mengatakan rumah warganya banyak hanyut. Namun setelah ditanya berulang kali, mereka tetap menolak huntara.
“Mereka bilang tidak mau huntara, tetap mau langsung huntap. Alasannya tidak mau bercampur antar masyarakat,” ujarnya di Bireun, Ahad.
Keuchik Raya Dagang, Mustafa, menyebut warga menolak karena huntara direncanakan dibangun terpusat di kecamatan, bukan di kampung asal. Warga memilih membersihkan rumah meski terendam lumpur.
Keuchik Lueng Kuli, Andri Suheri, juga menyampaikan warganya meminta huntap, namun belum bisa memastikan waktu pembangunan.
Di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Keusyik Habibullah mengatakan sebanyak 58 KK warganya memilih menerima dana hunian tetap atau DTH dan tinggal di bilik bantuan.