Namun, pihak relawan berharap adanya dukungan informasi dari pemerintah daerah terkait sekolah-sekolah yang masih belajar di tenda atau di lokasi pengungsian, setidaknya hingga menjelang Ramadan 2026.
"Informasi tersebut dibutuhkan untuk melakukan assessment awal penempatan relawan lanjutan, khususnya di wilayah Pidie Jaya, Bireuen, Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang," ujar Tongky.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Gayo Lues, Basri menyampaikan bahwa dampak bencana banjir di wilayahnya masih cukup besar. Berdasarkan data sementara, sebanyak 249 rumah siswa terdampak banjir, sehingga banyak peserta didik harus belajar dalam keterbatasan.
“Kami masih sangat membutuhkan bantuan peralatan sekolah, seperti seragam, tas, alat tulis, dan perlengkapan belajar lainnya. Saat ini siswa dan guru masih belajar dan mengajar dengan kondisi seadanya,” ujar Basri.//Redaksi