“Edukasi ini bertujuan untuk menghilangkan rasa takut dan keraguan masyarakat terhadap KB, sekaligus menegaskan manfaatnya bagi kesehatan ibu, anak, serta kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” kata Safrina Salim.
Pelayanan KB dilakukan dengan dukungan aktif Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kabupaten Bireuen dan bidan setempat, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus layanan secara langsung dan terintegrasi.
Rangkaian kegiatan ini mencerminkan sinergi nyata lintas sektor antara pemerintah, tenaga lapangan, dan komunitas generasi muda dalam menghadirkan pelayanan yang holistik di tingkat desa.
Pendekatan yang digunakan tidak semata-mata berorientasi pada penyampaian informasi, tetapi juga pada pendampingan, empati, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat, khususnya di daerah terdampak bencana. Aentenews by Ampelsa.