Wilayah lain yang masih mencatat pengungsian antara lain Aceh Timur dengan 3.862 jiwa (1.056 KK) di 53 titik, Nagan Raya sebanyak 2.472 jiwa (817 KK) di enam titik, serta Bener Meriah dengan 2.116 jiwa yang tersebar di 39 titik pengungsian. Adapun Kabupaten Pidie melaporkan 137 jiwa (30 KK) di dua titik, dan Kota Lhokseumawe sebanyak 119 jiwa (37 KK).
Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan seluruh unsur pemerintah bersama pihak terkait terus bekerja memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
“Pemerintah bersama seluruh pihak terkait terus melakukan upaya penanganan di lapangan. Distribusi logistik, layanan dapur umum, serta koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar kebutuhan pengungsi dapat terlayani dengan baik,” ujar Murthalamuddin.
Dari 18 kabupaten/kota terdampak bencana, tujuh daerah dilaporkan tidak lagi memiliki titik pengungsian, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, Langsa, Aceh Barat, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, dan Aceh Besar.
Secara keseluruhan, bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh berdampak pada 2.584.067 jiwa atau 670.826 KK. Dalam peristiwa tersebut, tercatat 561 orang meninggal dunia dan 30 orang dilaporkan hilang. //Redaksi.