Salah satu lokasi bahkan terpaksa dipindahkan karena kondisi tanah yang jenuh air dan rawan tergenang saat hujan.
Namun demikian, ia menilai kehadiran Satgas sangat membantu dalam memperlancar koordinasi dengan pemerintah daerah.
“Komunikasi dengan para bupati dapat dilakukan dengan cepat sehingga kendala di lapangan bisa segera diatasi,” katanya.
Dari sisi material, Danantara memaksimalkan penggunaan bahan bangunan lokal, seperti pasir dan kerikil, serta memberdayakan tenaga kerja setempat.
Meski begitu, sebagian material tetap didatangkan dari luar daerah untuk mempercepat pembangunan.
Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan rumah hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari pemulihan pascabencana.
Penanganan sektor permukiman difokuskan pada 49.296 rumah kategori rusak berat dengan target pembangunan 27.575 unit hunian sementara (huntara). Hingga saat ini, sebanyak 4.280 unit huntara telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Di Provinsi Aceh, dukungan berbagai pihak telah menghasilkan serah terima 200 unit hunian kepada warga terdampak di sejumlah lokasi prioritas.
Aentenews by Ampelsa.