Lebih lanjut, Daffa menjelaskan 4 (empat) Langkah Belanja Bijak yang dikampanyekan oleh Bank Indonesia, yakni:
- Bijak Membeli – belilah sesuai kebutuhan, tidak berlebihan;
- Bijak Memilih – utamakan pangan lokal dan bumbu olahan yang awet dan hemat;
- Bijak Konsumsi – hentikan perilaku boros pangan, jangan sampai ada makanan terbuang;
- Bijak Bertransaksi – Cinta, Bangga, Paham Rupiah, biasakan transaksi non-tunai menggunakan QRIS, yang lebih Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal (Cemumuah).
Sementara itu, Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Besar, Nurul Fazli Syukri mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia untuk mengedukasi masyarakat, khususnya kaum ibu, melalui kegiatan memasak yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Pelaksanaan cooking class ini menjadi dorongan bagi ibu-ibu untuk semakin memahami bagaimana ibu tetap bisa menyajikan masakan lezat, tetapi juga dapat menjadi garda terdepan dalam memelihara stabilitas ekonomi rumah tangga.” ujar Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Besar.
Menurutnya, program Dapur Cerdas Inflasi sejalan dengan Program Pokok PKK, khususnya dalam bidang pangan, kesehatan, dan ekonomi keluarga.
Ia mengajak para ibu untuk memulai langkah kecil seperti menanam cabai di pekarangan rumah, membuat stok cabai kering atau bubuk saat harga cabai turun, serta belanja secukupnya dan mendukung produk lokal.
Melalui pendekatan kolaboratif dan edukatif seperti Cooking Class Dapur Cerdas Inflasi, Bank Indonesia Provinsi Aceh dan mitra strategis, terutama ibu PKK terus berupaya membangun kesadaran masyarakat bahwa pengendalian inflasi tidak hanya menjadi peran pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, termasuk para ibu rumah tangga yang bijak dan kreatif di dapur, dapat turut berkontribusi menjaga kestabilan harga dan ketahanan pangan.
Pewarta : Alfonso