Rabu, 30 September 2026

Pemerintah Aceh tertarik sistem peternakan terpadu di Tiongkok

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:55 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau sistem peternakan ayam peterlur  terpadu dan moderen yang menghasilkan 1 juta telur per hari di Provinsi Henan, Tiongkok. Foto Dok Humas Aceh
Gubernur Aceh Muzakir Manaf meninjau sistem peternakan ayam peterlur terpadu dan moderen yang menghasilkan 1 juta telur per hari di Provinsi Henan, Tiongkok. Foto Dok Humas Aceh


Zhengzhou (Aentenews) - Pemerintah Aceh tertarik dengan sistem peternakan ayam petelur modern dan terbesar yang diterapkan perusahaan swasta di Provinsi Henan, Tiongkok.





Hal terungkap saat Gubernur Aceh Muzakir Manaf, sapaan akrab Mualem ketika mengunjungi fasilitas produksi Xinxiang Anlong Agricultural Technology Co. Ltd., yang dikenal sebagai peternakan ayam petelur terbesar di Provinsi Henan pada 14 Oktober 2025.





Sementera sehari sebelumnya, Gubernur Muzakir Manaf menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) strategis, sebagai langkah awal dalam mempersiapkan implementasi proyek kawasan industri unggas terpadu di Aceh.





Dalam kunjungan itu, Mualem melihat dari dekat sistem operasional peternakan berskala besar dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta butir telur per hari. Seluruh proses di fasilitas tersebut berjalan secara otomatis dan terintegrasi penuh, mulai dari pembuatan pakan, pengelolaan kandang tertutup (closed house), hingga pengumpulan dan pengemasan telur.





Anlong Agriculture juga dikenal menerapkan standar biosekuriti yang ketat serta memanfaatkan teknologi pertanian cerdas (smart agriculture) untuk memantau kesehatan dan produktivitas jutaan ayam petelur secara langsung (real-time).





Kombinasi antara efisiensi sistem dan penerapan teknologi tinggi tersebut menjadikan Anlong sebagai model acuan bagi rencana pengembangan proyek serupa di Aceh.





"Apa yang kita saksikan di sini adalah masa depan industri peternakan. Skala, efisiensi, dan penerapan teknologinya sangat menarik. Ini menguatkan visi kami bahwa Aceh, dengan dukungan mitra yang tepat, mampu membangun fasilitas berkelas dunia seperti ini untuk mencapai swasembada pangan dan menembus pasar ekspor dalam jangka panjang," ujar Mualem. 


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB

Terpopuler

X